spot_img
spot_img
EditorialEveline Injaya Masuk, Persipura Memulai Era Baru Musim 2026/2027, Bikin Sejarah! Persipura...

Eveline Injaya Masuk, Persipura Memulai Era Baru Musim 2026/2027, Bikin Sejarah! Persipura Tunjuk Perempuan Pertama Jadi Manajer Mutiara Hitam

Persipura Jayapura menunjuk Eveline Injaya sebagai manajer baru untuk musim 2026/2027. Ia menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut dalam sejarah Persipura.

Must read

JAYAPURA — Persipura Jayapura akhirnya punya manajer baru setelah posisi tersebut sempat kosong sekitar satu bulan. Manajemen Mutiara Hitam menunjuk Eveline Injaya untuk menangani tim menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

Penunjukan Eveline menjadi catatan baru dalam perjalanan panjang Persipura. Ia tercatat sebagai perempuan pertama yang dipercaya menduduki posisi manajer Persipura Jayapura sejak klub kebanggaan masyarakat Papua itu berkiprah di kompetisi sepak bola nasional.

Sebelumnya, posisi manajer Persipura pernah diisi sejumlah nama, seperti Rudi Maswi, Abisai Rollo, Yan Mandenas hingga Owen Rahadiyan.

Keputusan menunjuk Eveline disampaikan manajemen dalam rangka persiapan Persipura menghadapi musim baru. Presiden Direktur PT Nusantara Cenderawasih Karsa (NCK), Owen Rahadiyan, mengatakan penentuan sosok manajer bukan perkara mudah.

Menurut Owen, posisi tersebut sangat penting sekaligus sensitif karena berkaitan langsung dengan pengelolaan tim dan hubungan dengan para pemain.

“Posisi manajer tim Persipura itu sangat sensitif dan tentunya sangat rentan disalahgunakan. Saya mau taruh orang yang saya bisa percaya,” kata Owen kepada awak media di Kota Jayapura, Minggu (30/8/2026) malam.

Owen menyebut Eveline sudah cukup lama dekat dengan tim Persipura. Pada musim sebelumnya, Eveline sering hadir mendampingi tim sehingga dinilai memahami karakter para pemain, bahkan mengenal keluarga mereka.

Menariknya, Eveline merupakan istri Owen. Namun, Owen menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak hanya didasarkan pada hubungan keluarga.

Ia menilai Eveline memiliki pengalaman dan pemahaman yang cukup tentang kondisi internal tim karena sebelumnya aktif mendampingi Persipura.

Menurut Owen, Persipura bukan hanya klub yang dibangun dengan prinsip profesional, tetapi juga memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat.

“Persipura ini adalah klub kekeluargaan sekaligus profesional. Saya dari sisi profesionalnya, dia menjadi sosok ibu bagi anak-anak yang kita ada,” ujarnya.

Pernah Bawa PSBS Biak ke Liga 1

Nama Eveline Injaya sebenarnya tidak asing bagi pencinta sepak bola Papua.

Sebelum bergabung dengan Persipura, Eveline pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PSBS Biak. Di bawah kepemimpinannya, PSBS Biak berhasil mencatat sejarah dengan menembus kompetisi Liga 1 pada musim 2024/2025.

Kini, pengalaman tersebut akan menjadi modal bagi Eveline dalam menjalankan tugas barunya bersama Persipura.

Diminta Jaga Persipura sebagai Satu Keluarga

Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM), berharap Eveline bisa menjaga kekompakan tim sepanjang musim.

Menurut BTM, pemain Persipura tidak boleh hanya dipandang sebagai sekumpulan pesepak bola. Mereka harus merasa sebagai satu keluarga yang sedang membawa nama besar Mutiara Hitam.

“Buat mereka merasa bahwa bukan sekadar sekumpulan pemain. Mereka adalah satu keluarga yang sedang membawa satu nama besar Persipura Jayapura,” kata BTM.

BTM juga mengingatkan pentingnya kesetiaan kepada klub, terutama ketika Persipura sedang menghadapi masa sulit.

Ia mencontohkan Rudi Maswi sebagai sosok yang dinilai memiliki kesetiaan dan tanggung jawab besar terhadap Persipura.

Bagi BTM, mencintai klub ketika sedang berada di puncak prestasi memang mudah. Namun, ujian sebenarnya justru muncul ketika klub sedang jatuh dan membutuhkan orang-orang yang tetap berdiri bersama.

“Ketika perjalanan Persipura tidak mudah, tetap ada karena mencintai sebuah klub ketika sedang juara itu mudah. Yang luar biasa adalah tetap berdiri di sana ketika klub itu sedang berjuang untuk bangkit,” pungkasnya.

Dengan hadirnya Eveline Injaya di kursi manajer, Persipura kini memasuki babak baru. Harapannya sederhana: ruang ganti tetap kompak, hubungan pemain dan manajemen semakin kuat, dan Mutiara Hitam bisa kembali bangkit membawa nama besar Papua di kompetisi nasional.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular