spot_img
spot_img
ScatteringIbu Hamil Tewas Tertembak di Intan Jaya, DPRK Desak Perlindungan bagi Warga...

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Intan Jaya, DPRK Desak Perlindungan bagi Warga Sipil

Seorang ibu hamil dilaporkan tewas akibat terkena peluru yang menembus dinding rumah di Sugapa, Intan Jaya. Anggota DPRK Intan Jaya Tomas Agimbau mendesak seluruh pihak segera menghentikan kekerasan terhadap warga sipil.

Must read

INTAN JAYA, Mambruks.com – Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Seorang ibu hamil bernama Merkiana Duwitau dilaporkan meninggal dunia bersama bayi yang masih berada dalam kandungannya setelah terkena tembakan saat berada di dalam rumahnya.

Peristiwa itu terjadi di Kampung Yaduas, Distrik Sugapa, pada Kamis (2/7/2026) malam. Berdasarkan informasi yang beredar, sebutir peluru tajam menembus dinding rumah korban hingga mengakibatkan Merkiana Duwitau dan bayi yang dikandungnya meninggal dunia.

Insiden tersebut memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Intan Jaya dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Tomas Agimbau.

Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus meminta semua pihak terkait mengambil langkah nyata untuk menghentikan kekerasan yang terus memakan korban dari kalangan masyarakat sipil.

Menurut Tomas, masyarakat sipil tidak seharusnya menjadi sasaran dalam konflik yang terjadi di wilayah Intan Jaya. Ia menilai keselamatan warga harus menjadi prioritas utama seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga terkait.

“Kenapa masyarakat sipil yang selalu menjadi sasaran atau menjadi korban?” ujar Tomas Agimbau.

DPRK Minta Pemerintah Bertindak

Tomas menegaskan bahwa keberadaan pemerintah daerah tidak memiliki arti apabila masyarakat terus menjadi korban kekerasan. Ia mengajak seluruh 31 anggota DPRK Intan Jaya bersama Bupati Intan Jaya untuk bersatu mencari solusi demi melindungi keselamatan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah harus menunjukkan keberpihakan kepada rakyat yang selama ini hidup dalam situasi penuh ketakutan akibat konflik berkepanjangan.

Ia bahkan menyatakan apabila perlindungan terhadap masyarakat tidak dapat diwujudkan, maka pemerintah daerah perlu menyampaikan kondisi tersebut secara terbuka kepada lembaga negara, termasuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), agar persoalan kemanusiaan di Intan Jaya mendapat perhatian serius.

Soroti Kematian Gembala GKI

Dalam pernyataannya, Tomas juga menyinggung meninggalnya Gembala Gereja Kristen Injili (GKI), Elianus Agimbau, yang sebelumnya dilaporkan tewas akibat penembakan di wilayah Sugapa.

Menurutnya, Elianus merupakan pelayan gereja yang melayani umat dan bukan bagian dari kelompok yang terlibat konflik bersenjata.

Ia meminta seluruh pihak untuk membedakan masyarakat sipil dengan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik sehingga tidak terjadi korban jiwa yang terus berulang.

Serukan Penghentian Kekerasan

Tomas Agimbau kembali mengajak seluruh unsur pemerintah daerah untuk duduk bersama mencari solusi permanen demi mengakhiri kekerasan di Kabupaten Intan Jaya.

Ia menilai keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama agar aktivitas sosial, pelayanan keagamaan, serta roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas tewasnya Merkiana Duwitau maupun kronologi lengkap peristiwa penembakan tersebut. Kasus tersebut masih menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular