JAYAPURA – Sejumlah warga Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, mengaku merasa tidak nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di Distrik Keneyam, ibu kota Kabupaten Nduga. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Nduga dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan segera memberikan perhatian terhadap kondisi yang mereka rasakan saat ini.
Hal tersebut disampaikan sejumlah warga yang mengaku mengalami kesulitan beraktivitas sejak adanya pos-pos pengamanan TNI dan Polri di beberapa titik wilayah Keneyam.
Salah satu pemuda asal Nduga, Wiani Kogoya, yang ditemui di Wamena, mengatakan masyarakat berharap pemerintah daerah lebih aktif melihat situasi yang sedang dihadapi warga di Keneyam.
Menurut Wiani, berdasarkan informasi yang diterimanya dari masyarakat di Nduga, sebagian warga merasa khawatir saat pergi berkebun, mencari bahan makanan, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari karena keberadaan pos-pos aparat di sejumlah lokasi.
“Kami berharap pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bisa melihat kondisi yang sedang dihadapi masyarakat Nduga saat ini,” ujar Wiani.
Ia menjelaskan bahwa sebagian warga mengaku mengalami trauma dan ketakutan untuk beraktivitas seperti biasanya. Karena itu, mereka meminta pemerintah hadir untuk mendengar aspirasi masyarakat.
Selain itu, Wiani menilai masyarakat Nduga saat ini sangat bergantung pada hasil kebun untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena itu, rasa aman saat berkebun dan beraktivitas menjadi hal yang penting bagi warga.
Menurutnya, aspirasi yang disampaikan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah, melainkan harapan agar pemerintah lebih memperhatikan kondisi masyarakat di lapangan.
Hal senada juga disampaikan salah satu warga Keneyam yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia mengaku sebagian masyarakat merasa ruang gerak mereka menjadi lebih terbatas dibanding sebelumnya.
Warga tersebut menyebut terdapat sejumlah pos pengamanan di beberapa lokasi, seperti sekitar Kota Keneyam, kawasan Bandara Keneyam, Jalan Koteka, wilayah Yosoma, dan beberapa titik lainnya.
Selain itu, warga juga mengaku sering melihat penggunaan drone untuk pemantauan wilayah di sekitar Keneyam, termasuk area perkebunan masyarakat.
Menurut warga, kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat merasa tidak nyaman saat pergi berkebun maupun berburu di wilayah sekitar tempat tinggal mereka.
Warga berharap pemerintah daerah dapat turun langsung melihat kondisi masyarakat dan membuka ruang dialog agar situasi keamanan dan kenyamanan warga dapat berjalan beriringan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Nduga terkait aspirasi yang disampaikan sejumlah warga tersebut.





