JAYAPURA – Demam Piala Dunia 2026 mulai terasa di Kota Jayapura. Banyak pecinta sepak bola sudah bersiap menyambut pesta olahraga terbesar di dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Mulai dari membeli jersey tim favorit, merencanakan acara nonton bareng, hingga menyiapkan berbagai bentuk dukungan kepada negara jagoan masing-masing, antusiasme masyarakat terus meningkat menjelang kick-off turnamen dunia tersebut.
Namun di tengah semangat menyambut Piala Dunia, aparat kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak terjerumus ke dalam praktik perjudian, khususnya judi bola online yang biasanya meningkat saat kompetisi besar berlangsung.
Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota, AKP Alamsyah Ali, mengatakan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk perjudian yang memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026.
Menurutnya, perjudian konvensional saat ini memang sudah jarang ditemukan secara terbuka di Kota Jayapura. Namun perkembangan teknologi membuat praktik perjudian bergeser ke platform digital yang lebih sulit dipantau secara langsung.
“Judi online sekarang semakin marak. Kalau dulu banyak dilakukan secara langsung, sekarang sebagian besar berpindah ke dunia digital,” ujar Alamsyah di Jayapura, Kamis, 4 Juni 2026.
Karena itu, Polresta Jayapura Kota terus berkoordinasi dengan Direktorat Siber Polda Papua untuk melakukan pemantauan serta penindakan terhadap aktivitas perjudian online maupun tindak pidana digital lainnya.
Alamsyah menjelaskan bahwa setiap laporan masyarakat terkait judi online akan ditindaklanjuti melalui kerja sama dengan tim siber guna menelusuri pelaku dan jaringan yang terlibat.
Ia juga mengajak masyarakat Papua, khususnya warga Kota Jayapura, untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan aktivitas perjudian online di lingkungan sekitar. Polisi menjamin identitas pelapor akan dirahasiakan.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam membantu aparat memberantas praktik perjudian digital yang berpotensi merugikan banyak orang.
Tidak hanya mengawasi masyarakat, Polri juga memperketat pengawasan di lingkungan internal. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada anggota kepolisian yang ikut terlibat dalam aktivitas judi online.
AKP Alamsyah mengungkapkan bahwa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) secara rutin melakukan inspeksi mendadak terhadap personel. Salah satu bentuk pengawasan yang dilakukan adalah pemeriksaan telepon genggam anggota setelah apel.
Pemeriksaan tersebut bertujuan mendeteksi kemungkinan adanya aplikasi maupun aktivitas yang berkaitan dengan perjudian online.
Menurutnya, pengawasan internal ini bukan hanya dilakukan menjelang Piala Dunia 2026, tetapi sudah menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga disiplin dan integritas anggota Polri.
Ia menegaskan bahwa pimpinan Polri di semua tingkatan telah berulang kali mengingatkan seluruh anggota agar tidak terlibat dalam praktik perjudian dalam bentuk apa pun, baik sebagai pemain, perantara, maupun pihak lain yang terlibat dalam aktivitas tersebut.
Dengan semakin dekatnya Piala Dunia 2026, masyarakat diharapkan dapat menikmati pertandingan dengan cara yang positif dan sehat. Dukung tim favorit, nonton bareng bersama keluarga dan teman, tetapi jangan sampai euforia sepak bola dimanfaatkan untuk terlibat dalam aktivitas perjudian yang melanggar hukum.





