MANOKWARI – Dunia pendidikan Indonesia baru aja kedatangan gebrakan baru yang super keren dan visioner nih. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., baru aja meresmikan SMA Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) Manokwari di Arfai, Manokwari, Papua Barat, pada hari Kamis (28/5/2026).
Nggak main-main, sekolah ini resmi jadi sekolah Muhammadiyah berbasis konservasi lingkungan yang pertama di Indonesia! Konsepnya yang ramah lingkungan dan fokus pada masa depan bumi bener-bener bikin banyak orang kagum. Pas meresmikan langsung dengan menandatangani prasasti bangunan baru, Pak Menteri berharap sekolah ini bisa mencetak generasi muda yang cerdas ekologis alias paham banget cara ngejaga alam.
“Terima kasih kami ucapkan buat Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Mendikdasmen atas dukungan pembangunan fasilitas SMAMCO,” ujar pihak sekolah yang seneng banget karena dapet perhatian langsung dari pemerintah pusat.
Kurikulum Berbasis Alam dan Miniatur Indonesia
Yang bikin SMAMCO Manokwari ini beda dari sekolah kebanyakan adalah kurikulumnya yang udah resmi pakai Kurikulum Konservasi mulai tahun 2026 ini. Jadi, para siswa nggak cuma belajar teori di kelas aja, tapi juga diajarin buat aksi nyata melestarikan lingkungan, menghargai kearifan lokal Papua Barat, dan punya kesadaran ekologis yang tinggi sejak dini. Malahan, sekolah ini udah berprestasi duluan lewat juara lomba berkebun di lahan sempit yang diadakan Bank Indonesia Papua Barat!
Kerennya lagi, sekolah ini nggak kaku sama sekali. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat, Dr. Ir. H. Mulyadi Djaya, M.Si., ngejelasin kalau SMAMCO itu ibarat “Miniatur Indonesia” yang inklusif banget.
Gimana enggak, meskipun dikelola sama Muhammadiyah, dari total 63 siswa angkatan pertama yang dibimbing 8 guru di sana, sekitar 70 persennya adalah anak-anak asli Papua (OAP) yang mayoritasnya berlatar belakang non-muslim. Toleransi dan keberagamannya bener-bener dapet banget!
Pembangunan sekolah yang awalnya memanfaatkan bangunan bekas klinik ini berjalan sukses berkat aksi gotong royong lintas iman. Langkah ini jadi bukti kalau kepedulian terhadap masa depan bumi dan lingkungan itu adalah tanggung jawab bersama, tanpa memandang perbedaan agama ataupun suku. Fix, model sekolah masa depan yang wajib dicontoh daerah lain, nih!





