JAYAPURA — Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengeluarkan Seruan Pastoral dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang jatuh pada 20 Mei 2026. Lewat seruan tersebut, KWI mengajak seluruh masyarakat Indonesia buat bangkit bersama menghadapi berbagai tantangan bangsa yang sekarang makin kompleks.
Seruan pastoral itu ditandatangani langsung Ketua KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, bersama Sekretaris Jenderal KWI, Mgr. Adrianus Sunarko. Dalam pesannya, KWI bilang semangat kebangkitan nasional bukan cuma soal politik, tapi juga soal keberanian moral, solidaritas sosial, dan persatuan bangsa.
KWI menilai Indonesia saat ini sedang menghadapi banyak tantangan berat, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi yang super cepat, sampai krisis sosial dan ekologis yang makin terasa di tengah masyarakat.
Karena itu, KWI mengajak pemerintah, masyarakat sipil, komunitas agama, dunia pendidikan, pelaku ekonomi, dan seluruh rakyat Indonesia buat jalan bareng menjaga harapan dan memperkuat persaudaraan kebangsaan.
Dalam seruan tersebut, KWI juga mengingatkan kalau bangsa Indonesia dulu bisa bangkit melawan penjajahan karena adanya semangat persatuan dan cita-cita bersama. Semangat itu dinilai harus kembali dihidupkan di tengah kondisi Indonesia sekarang yang penuh tantangan.
Hari Kebangkitan Nasional ke-118 sendiri diperingati pada Rabu, 20 Mei 2026, dengan tema nasional “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema itu dipakai di berbagai kegiatan nasional, termasuk upacara-upacara pemerintahan dan lembaga negara di berbagai daerah Indonesia.
Seruan pastoral KWI ini langsung ramai dibahas publik karena dianggap cukup berani menyoroti kondisi sosial, ekonomi, dan politik Indonesia saat ini. Banyak umat Katolik dan masyarakat sipil menilai pesan tersebut jadi pengingat penting supaya bangsa Indonesia nggak kehilangan harapan dan tetap menjaga persatuan di tengah berbagai persoalan yang ada.





