WAMENA – Kabar terbaru dari Papua Pegunungan cukup bikin kaget. Dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2026 ternyata cuma sekitar Rp500,63 miliar—turun jauh dibanding tahun sebelumnya!
Menurut Plt Kepala Bapperida Papua Pegunungan, Marthen Kogoya, dana ini bakal jadi andalan utama buat jalanin berbagai program penting di daerah. Mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, sampai dorong ekonomi masyarakat lokal.
Dia menambahkan sesuai arahan Gubernur Papua Pegunungan John Tabo terkait efisiensi anggaran maka tahun ini tidak ada pembangunan infrastruktur baru di delapan kabupaten menggunakan alokasi dana Otsus.
Ada satu fakta yang bikin mikir: jumlah dana ini turun drastis sekitar 50% dari tahun 2025 yang tembus Rp1,2 triliun.
Karena itu, nggak semua program bisa lanjut. Beberapa kegiatan bahkan terpaksa dihentikan atau disesuaikan biar sesuai dengan anggaran yang ada.
Yang lebih menarik, untuk tahun ini pemerintah fokus lanjutkan proyek yang sudah berjalan sebelumnya, bukan bikin proyek baru. Jadi pembangunan tetap jalan, tapi lebih ke “lanjutin yang ada” daripada mulai dari nol.
Meski kondisi anggaran lagi ketat, pemerintah tetap berusaha supaya program kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat—khususnya Orang Asli Papua (OAP)—tetap jalan.
Intinya, dengan dana yang lebih terbatas, Papua Pegunungan sekarang dituntut lebih pintar atur strategi biar pembangunan tetap jalan dan manfaatnya tetap terasa ke masyarakat.





