JAYAPURA – Kabar positif datang dari Papua! Sampai Maret 2026, pendapatan negara di wilayah ini tembus sekitar Rp982,75 miliar—dan ini jadi sinyal kalau ekonomi mulai bergerak naik.
Menurut Direktorat Jenderal Perbendaharaan Papua, angka ini sudah mencapai sekitar 14,50% dari target dan bahkan lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.
Nggak cuma itu, secara tahunan pendapatan juga tumbuh sekitar 6,34%. Kenaikan ini didorong dari sektor pajak dan juga penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Kalau di-breakdown, penerimaan pajak nyumbang sekitar Rp689,45 miliar, dengan kontribusi terbesar dari pajak dalam negeri. Menariknya, pajak perdagangan internasional juga melonjak cukup tinggi.
Sementara itu, dari sisi PNBP, realisasinya mencapai sekitar Rp293,30 miliar, yang nunjukin kalau pemanfaatan sumber daya dan layanan pemerintah di Papua makin optimal.
Di sisi lain, belanja negara juga ikut meningkat. Sampai Maret 2026, realisasinya tembus Rp12,45 triliun, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya. Ini jadi tanda kalau pembangunan dan proyek infrastruktur lagi dipercepat.
Transfer ke daerah juga cukup besar, terutama lewat Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan dana Otsus yang jadi penopang utama pembangunan di Papua.
Intinya, kondisi APBN di Papua lagi menunjukkan tren positif—pendapatan naik, belanja juga ngebut. Harapannya, ini bisa langsung berdampak ke pembangunan dan kesejahteraan masyarakat ke depan.





