Sejumlah pengusaha besar asal Indonesia tercatat memiliki atau berinvestasi pada klub sepak bola di luar negeri. Fenomena ini menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya menjadi olahraga, tetapi juga bagian dari strategi bisnis global.
Beberapa nama besar seperti Erick Thohir, Hartono Bersaudara, hingga Bakrie Group masuk dalam daftar tersebut.
Erick Thohir dan Oxford United
Erick Thohir bersama Anindya Bakrie diketahui menjadi pemegang saham mayoritas klub Inggris, Oxford United. Akuisisi ini dilakukan sebagai bagian dari ekspansi bisnis di industri olahraga global.
Selain itu, Erick Thohir juga dikenal memiliki pengalaman luas di dunia olahraga internasional, termasuk pernah menjadi pemilik klub besar Eropa seperti Inter Milan.
Hartono Bersaudara dan Como 1907
Konglomerat Hartono Bersaudara melalui grup bisnisnya turut memiliki saham di klub Italia, Como 1907.
Kehadiran investor Indonesia di klub ini turut meningkatkan eksposur sepak bola Indonesia di kancah Eropa, sekaligus membuka peluang kolaborasi pengembangan pemain.
Bakrie Group dan Investasi Klub Luar Negeri
Bakrie Group juga tercatat pernah berinvestasi di klub sepak bola luar negeri, termasuk klub Belgia C.S. Visé dan klub Australia Brisbane Roar.
Langkah ini menjadi bagian dari ekspansi bisnis grup tersebut di sektor olahraga, sekaligus upaya memperluas jaringan internasional.
Pengusaha Indonesia Lain yang Terlibat di Sepak Bola Global
Selain nama-nama besar tersebut, terdapat pula sejumlah pengusaha Indonesia lainnya yang memiliki saham atau keterlibatan dalam klub luar negeri, seperti:
- Investor Indonesia di klub Inggris Tranmere Rovers
- Kepemilikan saham di klub Italia Lecce
- Akuisisi klub Spanyol oleh Batavia Sports Group
Fenomena ini menunjukkan meningkatnya minat pengusaha Indonesia terhadap industri sepak bola global.
Sepak Bola Jadi Ladang Investasi Global
Kepemilikan klub sepak bola oleh konglomerat Indonesia bukan hanya soal prestise, tetapi juga bagian dari strategi investasi jangka panjang. Industri sepak bola dinilai memiliki potensi ekonomi besar, baik dari sisi komersial, hak siar, hingga pengembangan pemain.
Masuknya nama-nama konglomerat Indonesia dalam kepemilikan klub luar negeri menunjukkan posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan di industri sepak bola global. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, termasuk bagi perkembangan sepak bola nasional.





