Mimika – Langkah tegas kembali diambil oleh Yosepha Alomang atau yang dikenal sebagai Mama Yosepha. Aktivis hak asasi manusia asal Papua ini melayangkan somasi kepada PT Freeport Indonesia terkait sejumlah persoalan yang dinilai merugikan masyarakat.
Somasi tersebut menjadi bentuk protes resmi sekaligus tuntutan atas dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan tambang di wilayah Papua. Mama Yosepha, yang dikenal sebagai pejuang hak masyarakat adat, menegaskan pentingnya keadilan bagi warga yang terdampak.
Sebagai tokoh yang telah lama menyuarakan isu lingkungan dan HAM, langkah ini bukanlah yang pertama. Mama Yosepha dikenal konsisten memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, khususnya di wilayah sekitar area tambang.
Melalui somasi ini, pihaknya meminta adanya tanggung jawab dari perusahaan terhadap berbagai dampak yang dirasakan masyarakat. Hal ini mencakup aspek sosial, lingkungan, hingga hak ekonomi warga lokal.
Kuasa hukum yang mewakili Mama Yosepha juga menegaskan bahwa somasi tersebut merupakan langkah awal sebelum menempuh jalur hukum yang lebih lanjut jika tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan.
Kasus ini kembali membuka perhatian publik terhadap relasi antara perusahaan tambang besar dan masyarakat adat di Papua. Isu keadilan, perlindungan lingkungan, serta hak hidup masyarakat lokal menjadi sorotan utama.
Dengan langkah hukum ini, Mama Yosepha berharap adanya perubahan nyata serta penyelesaian yang berpihak pada masyarakat yang selama ini merasa dirugikan.





