MERAUKE – Operasi pencarian terhadap Abdul Rozaq (29), warga yang dilaporkan terjatuh ke Sungai Maro, Kabupaten Merauke, akhirnya membuahkan hasil. Setelah empat hari melakukan penyisiran, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi telah meninggal dunia.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Senin dini hari (5/7/2026). Saat itu Abdul Rozaq diduga terjatuh dari dermaga ketika hendak menuju toilet di sekitar lokasi kejadian.
Sejak menerima laporan tersebut, Tim SAR bersama berbagai unsur terkait langsung melakukan operasi pencarian secara intensif di sepanjang aliran Sungai Maro.
Tiga Tim SAR Sisir Hulu dan Hilir Sungai
Memasuki hari keempat operasi pencarian, tim mulai bergerak sejak pukul 06.00 WIT dengan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
Tim pertama menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB), tim kedua menggunakan speed boat, sedangkan tim ketiga menyisir sungai menggunakan perahu karet. Ketiga tim melakukan pencarian secara bersamaan di wilayah hulu maupun hilir Sungai Maro.
Meski cuaca saat itu cukup mendukung, hingga menjelang siang korban belum berhasil ditemukan.
Warga Beri Informasi Penting
Harapan baru muncul sekitar pukul 12.50 WIT setelah Tim SAR menerima laporan dari warga mengenai adanya sesosok jasad yang terlihat di aliran Sungai Maro.
Mendapat informasi tersebut, seluruh personel langsung bergerak menuju titik yang dilaporkan masyarakat.
Setelah dilakukan pemeriksaan, pada sekitar pukul 13.45 WIT tim memastikan jasad tersebut adalah Abdul Rozaq.
Korban ditemukan sekitar 9,95 kilometer ke arah hulu dari lokasi awal dirinya diduga terjatuh.
Jenazah Dievakuasi ke Rumah Sakit
Usai proses identifikasi, jasad Abdul Rozaq langsung dievakuasi menuju rumah sakit terdekat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan setelah seluruh prosedur evakuasi selesai dilaksanakan.
Operasi SAR Resmi Ditutup
Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke menutup operasi SAR setelah menggelar debriefing bersama seluruh unsur yang terlibat.
Pihak SAR juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian sejak hari pertama hingga korban berhasil ditemukan.
Operasi tersebut melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, KODAERAL XI Merauke, SATROL KODAERAL XI Merauke, Polair Merauke, Bakamla Merauke, ABK KM Lyly 03, serta masyarakat setempat yang ikut memberikan bantuan selama proses pencarian berlangsung.





