spot_img
spot_img
ScoopKeluarga Tolak Versi TNI soal Kematian Oto Tigau, Sebut Korban Ditangkap, Disiksa...

Keluarga Tolak Versi TNI soal Kematian Oto Tigau, Sebut Korban Ditangkap, Disiksa hingga Ditembak

Keluarga Oto Tigau membantah keterangan resmi TNI terkait kematian korban di Intan Jaya. Mereka menyebut Oto ditangkap, ditahan, disiksa, lalu ditembak, sementara TNI menyatakan korban tewas dalam kontak tembak.

Must read

Jayapura, Mambruks.com – Kematian Oto Tigau (19) di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, masih memunculkan perbedaan keterangan antara pihak keluarga dengan Komando Operasi (Koops) TNI Habema.

Keluarga korban, sejumlah saksi, serta Tim Mediasi Konflik Intan Jaya membantah pernyataan resmi TNI yang menyebut Oto Tigau tewas dalam kontak tembak dengan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) di Kampung Mamba, Distrik Sugapa.

Sebaliknya, keluarga menyatakan korban merupakan warga sipil yang lebih dulu ditangkap aparat, kemudian ditahan, diinterogasi, diduga mengalami penyiksaan, sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Keluarga Sebut Oto Ditangkap Saat Hendak Urus KTP

Menurut keterangan keluarga, Oto Tigau pada 29 Juni 2026 menghadiri prosesi pemakaman salah satu anggota keluarganya di Kampung Mamba.

Setelah pemakaman selesai, korban disebut hendak menuju Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Intan Jaya untuk mengurus dokumen kependudukan.

Dalam perjalanan menggunakan jasa ojek yang dikendarai Jairus Lawiya, keduanya disebut dihentikan aparat di depan Pos Rajawali sekitar pukul 11.00 WIT.

Keluarga mengklaim Oto kemudian dibawa masuk ke dalam pos untuk menjalani pemeriksaan, sementara pengemudi ojek akhirnya dilepaskan beberapa jam kemudian.

Warga Mengaku Tidak Mendengar Kontak Tembak

Menurut keterangan yang disampaikan keluarga, pada malam harinya warga hanya mendengar sekitar lima kali suara tembakan dari arah belakang Pos Rajawali.

Mereka menyebut tidak mendengar adanya baku tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata sebagaimana dijelaskan dalam keterangan resmi TNI.

Jenazah Oto Tigau baru ditemukan pada 1 Juli 2026 di belakang Pos Rajawali dalam kondisi mulai membusuk sebelum akhirnya dievakuasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Keluarga Soroti Kondisi Jenazah

Pihak keluarga mengaku menemukan sejumlah luka pada tubuh korban saat proses identifikasi jenazah.

Mereka menyebut terdapat beberapa luka tembak, luka tusuk pada bagian wajah, memar di tubuh, dugaan bekas ikatan pada kedua tangan, serta luka lain yang menurut mereka perlu diusut secara menyeluruh.

Atas dasar itu, keluarga menduga korban mengalami penyiksaan sebelum meninggal dunia.

Tim Mediasi Mengaku Sempat Cari Keberadaan Korban

Tim Mediasi Konflik Intan Jaya mengaku telah menerima informasi bahwa Oto Tigau berada di Pos Rajawali sejak sore hari.

Tim bersama Bupati Intan Jaya disebut telah berupaya menghubungi aparat untuk memastikan keberadaan korban.

Namun menurut mereka, jawaban yang diterima berubah-ubah, mulai dari disebut sudah dipulangkan hingga mengaku belum mengetahui keberadaan korban.

TNI Tegaskan Korban Tewas Saat Kontak Tembak

Sementara itu, Komando Operasi TNI Habema melalui Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, sebelumnya menyampaikan bahwa Oto Tigau meninggal dunia dalam kontak tembak yang terjadi pada malam 29 Juni 2026.

Dalam keterangan resminya, TNI menyebut personel Pos Rajawali mendeteksi empat orang yang bergerak mencurigakan menuju pos sekitar pukul 22.00 WIT.

Menurut TNI, kelompok tersebut tidak mengindahkan peringatan sehingga terjadi kontak tembak. Setelah situasi dinyatakan aman, aparat melakukan penyisiran dan menemukan satu jenazah laki-laki yang kemudian diidentifikasi sebagai Oto Tigau.

TNI juga menyatakan berdasarkan informasi intelijen yang dimiliki, korban diduga merupakan Wakil Komandan Operasi Batalyon Metua Kodap VIII TPNPB-OPM.

Perbedaan Versi Masih Menunggu Pembuktian

Hingga saat ini, terdapat perbedaan mendasar antara kronologi yang disampaikan keluarga korban dengan keterangan resmi TNI mengenai penyebab kematian Oto Tigau.

Keluarga bersama Tim Mediasi meminta dilakukan penyelidikan secara independen untuk mengungkap fakta sebenarnya, sementara aparat TNI tetap berpegang pada keterangan resmi yang telah disampaikan kepada publik.

Kasus ini pun menjadi perhatian berbagai pihak karena menyangkut dugaan pelanggaran hak asasi manusia di tengah situasi konflik bersenjata yang masih berlangsung di Kabupaten Intan Jaya.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular