NABIRE – Aksi damai yang digelar di Nabire akhirnya berjalan aman dan kondusif. Massa yang turun ke jalan tetap tertib dan berhasil menyampaikan aspirasi mereka tanpa kericuhan.
Aksi ini jadi sorotan karena para pendemo membawa 12 tuntutan penting yang ditujukan ke pemerintah. Mereka datang bukan cuma buat ramai-ramai, tapi benar-benar menyuarakan keresahan yang dirasakan masyarakat.
Sejak awal, suasana aksi sudah dikawal ketat dan diarahkan supaya tetap damai. Massa melakukan long march hingga ke kantor DPR Papua Tengah dan menyampaikan tuntutan mereka secara langsung.
Isi tuntutannya sendiri berkaitan dengan berbagai isu yang lagi hangat, mulai dari keamanan, keadilan, sampai kondisi sosial yang dirasakan masyarakat Papua.
Menariknya, aksi ini jadi bukti kalau menyampaikan pendapat bisa tetap dilakukan dengan cara yang tertib dan damai. Para peserta juga menunjukkan bahwa suara masyarakat bisa disampaikan tanpa harus berujung ricuh.
Banyak pihak berharap, aspirasi yang sudah disampaikan ini nggak cuma didengar, tapi juga benar-benar ditindaklanjuti.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D Tatiratu mengapresiasi para koordinator lapangan dan massa aksi.
Menurutnya kelancaran kegiatan ini merupakan buah dari komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan di Nabire.
Bukan sekadar demo…Ini adalah suara masyarakat yang pengen perubahan nyata di Papua Tengah.





