Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, melaksanakan kegiatan penanaman padi perdana di Kampung Swentab, Kabupaten Jayapura. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pengembangan sektor pertanian di wilayah Papua.
Penanaman padi tersebut menjadi langkah awal dalam program penguatan ketahanan pangan sekaligus optimalisasi potensi lahan pertanian di daerah tersebut.
Target Pengembangan 50 Hektare Sawah Baru
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menargetkan pembukaan lahan persawahan baru seluas 50 hektare. Target ini diharapkan dapat meningkatkan produksi padi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mewujudkan kemandirian pangan di Papua.
Dukungan Pemerintah untuk Sektor Pertanian
Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat petani merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan sektor pertanian.
Selain penanaman padi, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan, termasuk alat dan mesin pertanian, guna meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani.
Swentab Diproyeksikan Jadi Kawasan Pertanian Unggulan
Kampung Swentab dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian produktif. Dengan dukungan pemerintah, wilayah ini diharapkan dapat menjadi salah satu sentra produksi pangan di Papua.
Pengembangan kawasan pertanian ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Dorong Kemandirian dan Ketahanan Pangan
Program tanam padi perdana ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Pemerintah berharap masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, khususnya beras.
Selain itu, peningkatan produksi lokal diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi masyarakat.
Kegiatan tanam padi perdana di Swentab menjadi langkah strategis dalam mendorong pembangunan sektor pertanian di Papua. Dengan target pengembangan 50 hektare sawah baru, pemerintah optimistis program ini mampu meningkatkan ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.





