Jayapura – Kabar memprihatinkan datang dari aktivis senior Papua, Yosepha Alomang. Pejuang hak asasi manusia tersebut mengungkap kondisi kesehatannya yang kini semakin menurun, bahkan penglihatannya sudah tidak berfungsi dengan baik.
Dalam pertemuan di Jayapura, Mama Yosepha menyampaikan bahwa dirinya telah lama menderita sakit dan kini tidak lagi mampu melihat. Kondisi ini menjadi perhatian banyak pihak mengingat perannya yang besar dalam memperjuangkan hak masyarakat adat Papua.
Meski dalam kondisi fisik yang melemah, semangatnya untuk mencari keadilan tidak padam. Ia mendatangi kantor kuasa hukum untuk meminta pendampingan terkait persoalan yang dihadapinya, terutama soal janji bantuan yang belum terealisasi.
Mama Yosepha mengaku kecewa karena pihak perusahaan yang pernah berjanji membantu, termasuk dalam hal pengobatan, belum menepati komitmen tersebut hingga saat ini. Ia menyebut selama ini hanya ada kunjungan tanpa kejelasan realisasi bantuan.
Kuasa hukum yang mendampinginya menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan batas waktu kepada perusahaan untuk memenuhi tuntutan tersebut. Jika tidak ada realisasi, langkah hukum baik pidana maupun perdata siap ditempuh.
Sebagai sosok yang telah lama memperjuangkan hak-hak masyarakat adat di sekitar wilayah tambang, Mama Yosepha dikenal sebagai figur penting dalam isu lingkungan dan HAM di Papua. Ia bahkan pernah menerima penghargaan internasional atas dedikasinya.
Kini, di usia senja, perjuangannya masih terus berlanjut meski kondisi kesehatan semakin menurun. Kisahnya kembali membuka perhatian publik terhadap nasib para pejuang HAM dan masyarakat adat di Papua.





