MIMIKA, Papua Tengah – Kasus pembunuhan seorang tukang ojek berinisial SK di kawasan Belakang Keuskupan, tembusan Jembatan Waker, Mimika, Papua Tengah, mulai menemukan titik terang.
Polisi berhasil mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Kelimanya ditangkap di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 01.00 WIT.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan, penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan terhadap kasus yang terjadi pada 25 Juli 2026 tersebut.
“Dini hari ini kami melakukan penindakan hukum di wilayah Kwamki Narama dan berhasil mengamankan lima terduga pelaku pembunuhan di belakang Keuskupan,” ujar Alredo saat memberikan keterangan di Mapolres Mimika Mile 32, Sabtu (29/8/2026).
Meski lima orang sudah diamankan, polisi masih terus menggali keterangan untuk mengetahui peran masing-masing terduga pelaku dalam kejadian tersebut.
Kapolres menegaskan penyidikan masih berjalan dan kemungkinan akan ada pengembangan lebih lanjut.
Operasi penangkapan melibatkan personel gabungan dari Satuan Sabhara, Satuan Reskrim, Brimob Batalyon B, serta Tim Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC).
Tim bergerak dari Mapolres Pelayanan di Jalan Cenderawasih menuju Kampung Amole. Para terduga pelaku kemudian dijemput dari sebuah rumah dan dibawa ke Mapolres Mimika Mile 32 untuk menjalani pemeriksaan.
Korban Ditemukan di Semak-semak
Kasus ini bermula dari penemuan jenazah seorang pria di kawasan Jalan Poros SP 2–SP 5, Jembatan Waker, Lorong Amungsa Indah, pada Sabtu (25/7/2026) dini hari.
Korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka akibat senjata tajam di bagian kepala.
Polisi sebelumnya menerima laporan mengenai dugaan aksi pembegalan di kawasan tersebut. Tim Perintis yang langsung merespons laporan awalnya hanya menemukan sebuah sepeda motor yang tergeletak di sekitar lokasi.
Tidak lama kemudian, Kapolres Mimika menerima informasi melalui pesan suara yang menyebut adanya aksi pembegalan terhadap beberapa orang dan adanya korban yang meninggal dunia.
Tim Opsnal Reskrim Polres Mimika kemudian melakukan penyisiran dan menemukan jenazah korban di dalam semak-semak.
Berdasarkan keterangan awal saksi, jumlah pelaku diperkirakan sekitar lima hingga enam orang. Dua di antaranya diduga berpura-pura menjadi penumpang ojek sebelum kejadian berlangsung.
Polisi kini masih mendalami kasus tersebut, termasuk mengungkap bagaimana peristiwa pembunuhan terjadi dan siapa saja yang memiliki peran dalam aksi tersebut.
Kapolres Mimika memastikan pihaknya akan terus bekerja untuk mengungkap kasus ini hingga seluruh rangkaian kejadian menjadi terang.
Lima orang yang sudah diamankan saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.





