WAMENA – Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 3 ton beras kepada masyarakat yang terdampak konflik di wilayah Lanny Jaya dan Kurima-Wouma, Provinsi Papua Pegunungan.
Program bantuan tersebut disalurkan melalui Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, serta Perum Bulog Cabang Wamena.
Direktur Eksekutif YKKMP, Theo Hesegem, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang masih merasakan dampak konflik sosial di wilayah tersebut.
Disalurkan Setelah Melalui Tahapan Koordinasi
Theo menjelaskan, distribusi bantuan dilaksanakan pada 15 Juli 2026 setelah melalui proses koordinasi dengan berbagai pihak, penyelesaian administrasi, hingga survei lapangan yang telah dilakukan sejak awal Juli.
Menurutnya, seluruh tahapan tersebut dilakukan agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Masing-Masing Wilayah Menerima 1,5 Ton Beras
Sebanyak 3 ton beras dibagi secara merata kepada dua kelompok masyarakat terdampak.
Sebanyak 1,5 ton disalurkan kepada masyarakat Tugure Lanny Jaya, sedangkan 1,5 ton lainnya diberikan kepada masyarakat Tugure Kurima-Wouma.
Sebelum didistribusikan kepada warga, bantuan terlebih dahulu diserahkan secara simbolis oleh Perum Bulog Cabang Wamena kepada YKKMP di kantor yayasan yang berada di Jalan Sosial, Kelurahan Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya.
Bantuan Dipastikan Diterima Utuh
Setelah proses serah terima selesai, tim penyalur langsung mendistribusikan bantuan ke lokasi penerima.
Bantuan untuk masyarakat Lanny Jaya disalurkan melalui Tugure di Kampung Gunambur (Sinakma), sedangkan masyarakat Kurima-Wouma menerima bantuan melalui Tugure di Kampung Wakuno, Distrik Wouma.
Theo menegaskan seluruh bantuan diterima masyarakat secara utuh tanpa ada pengurangan dalam bentuk apa pun.
Banyak Pihak Terlibat dalam Penyaluran
Penyaluran bantuan turut melibatkan berbagai instansi pemerintah dan lembaga terkait, di antaranya Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan, Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya, Perum Bulog Cabang Wamena, serta YKKMP.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan aman, tertib, transparan, dan tepat sasaran.
Kementan Diapresiasi atas Kepedulian kepada Korban Konflik
Theo Hesegem menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat terdampak konflik.
Menurutnya, bantuan pangan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan masyarakat pascakonflik.
Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, Bulog, aparat keamanan, serta seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran distribusi bantuan.
Warga Berharap Pemulihan Berlanjut
Masyarakat penerima manfaat menyambut baik bantuan yang diberikan pemerintah.
Meski demikian, mereka berharap dukungan tidak berhenti pada bantuan pangan semata. Warga juga menginginkan adanya program lanjutan berupa pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak akibat konflik, pemulihan ekonomi masyarakat, peningkatan layanan kesehatan, akses pendidikan, serta program rehabilitasi agar kehidupan warga dapat kembali pulih secara menyeluruh.




