MERAUKE – Sejumlah organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas Organisasi Papua Selatan untuk Mama Yasinta Moywend mendatangi Polres Merauke pada Kamis (4 Juni 2026) dan kembali pada Jumat (5 Juni 2026). Kedatangan mereka bersama pihak keluarga bertujuan menyampaikan pengaduan terkait dugaan hilangnya Mama Yasinta Moywend.
Dalam pengaduan tersebut, keluarga dan kelompok solidaritas meminta bantuan Presiden Republik Indonesia serta Kapolri untuk memastikan keberadaan Mama Yasinta dan memulangkannya kembali ke Merauke.
Mama Yasinta dikenal sebagai salah satu perempuan adat Papua yang aktif menyuarakan isu hak-hak masyarakat adat, perlindungan lingkungan, dan berbagai persoalan sosial yang terjadi di Papua Selatan. Karena itu, kabar mengenai keberadaannya yang tidak diketahui oleh keluarga menimbulkan perhatian dari berbagai kalangan.
Ketua Lembaga Perempuan Asli Papua Selatan, Ancrilina Ukarop, yang ikut mendampingi keluarga ke Polres Merauke, berharap pemerintah pusat dan aparat kepolisian segera merespons laporan tersebut. Menurutnya, keluarga hingga kini masih menunggu kepastian mengenai kondisi dan keberadaan Mama Yasinta.
“Kami berharap Mama Yasinta bisa segera kembali berkumpul bersama keluarganya di Merauke,” ujarnya saat berada di Polres Merauke.
Dukungan serupa juga datang dari berbagai organisasi kepemudaan dan mahasiswa di Papua Selatan. Salah satu perwakilan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Merauke menyatakan bahwa laporan keluarga perlu ditindaklanjuti agar masyarakat mendapatkan kejelasan mengenai situasi yang sebenarnya.
Sementara itu, Ketua Pemuda Adat Papua Selatan, Simon Balagaize, menjelaskan bahwa pihak keluarga telah menyampaikan kronologi hilangnya Mama Yasinta sejak akhir Mei hingga awal Juni 2026. Menurutnya, laporan tersebut telah diterima secara resmi oleh pihak kepolisian.
Berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan yang diterbitkan Polres Merauke, pengaduan diajukan oleh Esau Magu Kahol. Dalam laporannya disebutkan bahwa pada 25 Mei 2026 dirinya menerima informasi dari salah satu anggota keluarga bahwa Mama Yasinta tidak berada di rumah dan keberadaannya belum diketahui.
Setelah melakukan pencarian di sejumlah lokasi di Merauke, keluarga mengaku belum menemukan keberadaan Mama Yasinta. Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 29 Mei 2026, keluarga mengetahui informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa Mama Yasinta berada di Jakarta.
Informasi tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran dari pihak keluarga dan sejumlah organisasi masyarakat sipil. Mereka meminta aparat kepolisian melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan keberadaan serta kondisi Mama Yasinta.
Hingga laporan pengaduan diterima oleh Polres Merauke pada awal Juni 2026, keluarga dan kelompok solidaritas masih menunggu hasil penyelidikan dari aparat terkait. Mereka berharap seluruh proses dapat berjalan transparan sehingga memberikan kepastian mengenai keberadaan Mama Yasinta Moywend dan menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.





