JAYAPURA – Kabar bagus datang buat para petani di Kepulauan Yapen, bro! 🔥🍫 Pemerintah Provinsi Papua sekarang mulai serius dorong kebangkitan sektor kakao dengan menyediakan bibit kakao berkualitas bagi masyarakat di Kampung Konti, Menawi, Distrik Angkaisera, Kepulauan Yapen.
Langkah ini dilakukan supaya produksi kakao rakyat bisa meningkat dan ekonomi masyarakat kampung makin kuat ke depan. 🌱✨
Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, bilang pemerintah bakal bekerja sama dengan Pemkab Kepulauan Yapen buat membantu para petani lewat penyediaan alat pertanian dan bibit unggulan, termasuk bibit kakao dari Papua Nugini (PNG) yang memang diharapkan masyarakat setempat.
Program ini muncul setelah gubernur melakukan kunjungan langsung ke Kampung Konti untuk melihat kondisi perkebunan kakao milik warga. Dari situ pemerintah melihat kalau potensi kakao di Yapen ternyata besar banget dan bisa jadi salah satu kekuatan ekonomi baru Papua. 🔥🌏
Di Kampung Konti Unai sendiri, ada sekitar 200 hektare lahan kakao yang dikelola sekitar 150 petani Orang Asli Papua. Kalau digabung dengan kampung lain di Kepulauan Yapen, luas perkebunan kakao diperkirakan mencapai sekitar 900 hektare. Angka itu bikin Yapen mulai dilirik sebagai salah satu daerah potensial penghasil kakao di Papua.
Yang bikin makin menarik, beberapa sampel kakao dari Yapen bahkan sudah mulai dikirim untuk diuji ke calon pembeli dari Eropa. Jadi bukan cuma dijual lokal, kakao Yapen sekarang mulai punya peluang masuk pasar internasional. 😮🍫
Menurut Mathius Fakhiri, pemerintah punya komitmen buat membangun Yapen lewat sektor pertanian dan perkebunan karena itu memang jadi sumber penghidupan utama masyarakat di sana. Pemerintah juga membuka peluang bagi warga yang punya lahan untuk ikut mengembangkan perkebunan kakao.
Potensi kakao Papua sendiri sebenarnya luar biasa besar. Data lama Pemprov Papua menunjukkan Kepulauan Yapen memiliki ribuan hektare lahan yang cocok untuk budidaya kakao. 🌱
Banyak pihak sekarang berharap program bibit unggulan ini nggak cuma meningkatkan hasil panen, tapi juga membuka lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi kampung, dan bikin anak-anak muda Papua makin tertarik masuk sektor pertanian modern. 🔥🙌





